Negara Dinilai 'Kalah' dari Pengusaha, PROSPEK Kritik Lemahnya Pengawasan Buruh di Buol
![]() |
| Kolase foto bersama para pengurus prospek (ist.) |
BUOL, Soalnya.id – Kritik pedas mewarnai peluncuran Posko Pengaduan Buruh & Pekerja (PROSPEK) di Kabupaten Buol, Rabu (13/5).
Para aktivis menilai negara seolah “kalah” dalam menghadapi praktik kerja yang merugikan pekerja kecil di daerah tersebut.
Sorotan utama diarahkan pada lemahnya fungsi pengawasan ketenagakerjaan. Sejak kewenangan pengawasan ditarik ke tingkat provinsi, tercipta jarak yang lebar antara realitas pelanggaran di lapangan dengan mekanisme penindakan yang seharusnya hadir dekat dengan pekerja.
Budianto Eldist, salah satu pegiat advokasi, menyatakan bahwa persoalan upah dan status kerja terus berulang karena pengawasan hanya hadir di atas kertas, bukan di lokasi kerja secara nyata.
“Kondisi ini sudah terlalu lama dibiarkan. Negara tidak boleh kalah oleh praktik kerja yang merugikan pekerja kecil. Pengawasan harus hadir nyata,” tegas Budianto dalam Media Briefing di Distoria Cafe.
Akibat jarak birokrasi ini, banyak laporan buruh di Buol yang tidak tertangani secara cepat dan efektif. Para pengawas di tingkat provinsi dinilai tidak cukup responsif terhadap kondisi spesifik yang dihadapi buruh harian, nelayan, hingga tenaga honorer di daerah.
PROSPEK menilai masalah buruh di Buol bukan sekadar kasus individual, melainkan persoalan struktural yang berdampak luas.
Minimnya akses terhadap jaminan sosial dan posisi tawar yang rendah membuat hak-hak normatif pekerja terus diabaikan.
Lahirnya PROSPEK menjadi pesan keras bagi pemerintah bahwa suara buruh di Buol mulai bergerak mencari jalan perlawanannya sendiri di tengah mandulnya pengawasan resmi. Bagi pekerja yang butuh bantuan, posko ini siap mendampingi konsolidasi lintas sektor.***
