Tolak Janji Manis: Buol di Ambang Sabotase Sipil, Minggu Ini 108 Kantor Desa Siap Digembok
![]() |
| Kolase foto RDP Forum Kades Buol dan ilustrasi aksi demo (ist.) |
BUOL, Soalnya.id - Kabupaten Buol kini berada di ujung tanduk. Jalur dialog yang ditempuh Forum Komunikasi Kepala Desa (FK2D) bersama DPRD dan Pemerintah Daerah pada Selasa (12/5) berakhir deadlock. Hasilnya mengerikan: mandat mogok pelayanan di 108 desa mulai berlaku Rabu, 13 Mei 2026.
Kemarahan para kepala desa memuncak saat Pemerintah Daerah, melalui Sekda Moh. Yamin Rahim, hanya menawarkan "dana talangan" sebesar Rp5 juta per desa untuk operasional.
Angka ini dianggap sebagai penghinaan bagi desa yang sudah menanggung utang puluhan juta rupiah demi menjaga pelayanan tetap hidup selama triwulan pertama.
"Tuntutan tidak dipenuhi, pelayanan kami bisa disetop. Bagaimana nanti susahnya rakyat kalau kantor desa tutup," tegas Ketua FK2D Buol, Ramli K. Sulu, saat meninggalkan ruang rapat.
Ketegangan ini bukan sekadar gertakan sambal. Ramli memastikan bahwa mulai Rabu pagi, pintu-pintu kantor desa akan terkunci. Tidak akan ada pengurusan administrasi, surat pengantar, hingga layanan dasar lainnya bagi warga desa.
Ini adalah bentuk sabotase sipil yang terpaksa diambil akibat ketidakjelasan nasib Siltap dan Dana Desa.
Lebih jauh lagi, FK2D telah merancang aksi massa yang lebih besar. Jika dalam waktu dekat tidak ada realisasi pembayaran, ribuan warga dari 108 desa akan dikerahkan untuk mengepung pusat pemerintahan Buol pada minggu depan.
Pihak Pemda sendiri berkali-kali berdalih bahwa kas daerah sedang kosong karena ketergantungan pada dana transfer pusat. Namun, bagi para kades, alasan administratif tersebut tidak bisa lagi diterima sementara perut perangkat desa dan kebutuhan operasional kantor tidak bisa menunggu.
Kini, bola panas ada di tangan Bupati dan jajaran TAPD. Tidak hanya polemik anggaran desa, Pemkab Buol saat ini tengah berjibaku dengan isu pembayaran tenaga kesehatan, TPP pegawai, hingga utang pihak ketiga belum terbayarkan.
Jika tidak ada langkah darurat dalam 24 jam ke depan, Buol harus bersiap menghadapi kelumpuhan total di tingkat akar rumput.***
