Gelar Nobar 'Pesta Babi', Pemuda dan Petani di Buol Solid Dukung Perjuangan Tanah Adat Papua
![]() |
| Antusiasme berbagai elemen masyarakat Buol saat mengikuti nobar dan diskusi film 'Pesta Babi' karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale, Jumat (8/3). |
BUOL, Soalnya.id – Gelombang pemutaran film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita terus merambah ke berbagai pelosok tanah air. Di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, kegiatan nonton bareng (nobar) garapan sutradara Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale ini digelar pada Jumat (8/3).
Berbeda dengan beberapa daerah yang dikabarkan sempat mengalami kendala hingga pembubaran, pelaksanaan nobar di Buol justru berlangsung kondusif. Berbagai elemen mulai dari mahasiswa, petani, hingga aktivis organisasi kepemudaan berkumpul untuk menyimak narasi eksploitasi lahan di tanah Papua tersebut.
Film ini memotret getirnya perjuangan masyarakat adat di wilayah selatan Papua dalam mempertahankan tanah leluhur. Proyek skala besar atas nama ketahanan pangan dan transisi energi digambarkan sebagai ancaman nyata bagi ruang hidup warga lokal.
“Dari film dokumenter ini kita melihat bahwa hal yang sama bisa jadi akan kita alami di kemudian hari,” ujar salah satu peserta dalam sesi diskusi yang berlangsung usai pemutaran film.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang menonton, tapi juga ruang refleksi bersama. Para peserta mendiskusikan kemungkinan ancaman serupa terjadi di daerah mereka sendiri jika kebijakan pembangunan tidak mengedepankan hak-hak warga dan keberlanjutan lingkungan.
Sesi nobar ditutup dengan aksi simbolis. Para peserta melakukan foto bersama dan membuat video dukungan sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan masyarakat adat Papua. Mereka mendesak agar praktik eksploitasi yang mengancam keberlangsungan budaya dan lingkungan segera dihentikan.
Melalui kegiatan ini, Soalnya.id mencatat munculnya harapan agar ruang diskusi publik serupa terus dibuka. Tujuannya jelas: agar masyarakat semakin kritis melihat arah pembangunan Indonesia di masa depan.***
