Hagupit Melemah, Tapi Laut Maluku hingga Papua Masih Dihantui Gelombang Tinggi 2,5 Meter
![]() |
| Visualisasi satelit menunjukkan posisi Depresi Tropis Hagupit di utara Papua Barat yang mulai menjauhi wilayah Indonesia, Minggu (10/5). |
JAKARTA, Soalnya.id - Status Siklon Tropis Hagupit mungkin sudah turun kelas menjadi depresi tropis, namun bukan berarti laut di Indonesia Timur langsung tenang. BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang masih mengancam pelayaran.
Meski badai utamanya menjauh ke arah Barat Laut, "ekor" dari sistem cuaca ini masih memicu gelombang kategori sedang di sejumlah titik strategis.
"Masyarakat tetap perlu mewaspadai dampak tidak langsung yang masih dapat terjadi, terutama pada kondisi gelombang laut," jelas Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, Minggu (10/5).
Daftar Wilayah Rawan
Andri menyebutkan, gelombang dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di beberapa lokasi, antara lain:
- Perairan Kepulauan Talaud
- Laut Maluku bagian utara
- Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua.
Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi sektor transportasi laut dan logistik di wilayah tersebut. Soalnya.id mencatat bahwa tinggi gelombang 2,5 meter sudah cukup berbahaya bagi perahu nelayan kecil dan kapal tongkang.
BMKG pun meminta para pengguna jasa transportasi laut tidak mengabaikan data terkini demi keselamatan.
"Kami mengimbau nelayan dan pengguna transportasi laut agar tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca terkini demi keselamatan pelayaran," pungkas Andri.***
.png)