Harga Keekonomian Pertamax Diprediksi Tembus Rp17.000, Pertamina Buka Suara Soal Selisih Harga
![]() |
| Ilistrasi fasilitas pengisian BBM di SPBU Pertamina. Harga keekonomian Pertamax diprediksi melambung jauh di atas harga eceran saat ini akibat tekanan global. |
JAKARTA, Soalnya.id – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan tensi geopolitik global mulai memberikan sinyal merah pada harga bahan bakar minyak (BBM). PT Pertamina Patra Niaga mengungkapkan bahwa selisih antara harga jual eceran dengan harga keekonomian BBM jenis Pertamax kian melebar secara signifikan.
Berdasarkan estimasi terkini, harga keekonomian Pertamax diperkirakan bisa menyentuh angka Rp17.000 per liter. Angka ini jauh melampaui harga jual yang berlaku di SPBU saat ini. Pelemahan rupiah yang menyentuh angka Rp17.300 per dollar AS menjadi faktor utama pembengkakan biaya ini.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa prediksi tersebut sangat realistis jika melihat tren harga pasar internasional saat ini. Sebagai pembanding, ia menyinggung harga Pertamax Turbo di Jakarta yang kini sudah menyentuh Rp19.900 per liter.
"Bisa bahkan bisa lebih (dari Rp17.000), mengacu harga pasar dan berkaca pada analogi pada saat harga Pertamax Rp12.300, harga Pertamax Turbo Rp13.100, nah sekarang harga Turbo Rp19.900 di Jakarta," ujar Roberth, Minggu (10/5).
Meskipun harga keekonomian terus melonjak, Pertamina menegaskan masih menahan harga di tingkat konsumen sesuai kebijakan pemerintah. Beban selisih harga pada Pertamax untuk sementara ditanggung oleh internal Pertamina yang nantinya akan diganti oleh pemerintah melalui skema kompensasi.
Terkait sampai kapan harga ini bisa bertahan, Roberth menekankan bahwa keputusan sepenuhnya ada di tangan pemegang kebijakan. Sebagai operator, Pertamina hanya menjalankan instruksi untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.***
