Pemerintah Siapkan Rp89 Triliun untuk Sulap Sampah Jadi Listrik, Target Beroperasi Mei 2028
![]() |
| Pemerintah menargetkan 33 unit pengolahan sampah jadi listrik. |
JAKARTA, Soalnya.id – Pemerintah resmi menabuh genderang perang terhadap krisis sampah perkotaan. Melalui proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), sebanyak 33 unit fasilitas pengolahan akan dibangun di seluruh Indonesia dengan nilai investasi fantastis mencapai US$5 miliar atau setara Rp89,2 triliun (asumsi kurs Rp17.850).
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa penanganan sampah kini menjadi syarat mutlak bagi Indonesia untuk menjadi negara maju. Proyek ini menyasar 25 lokasi prioritas yang mencakup 62 kabupaten dan kota dengan status darurat sampah, atau daerah yang memproduksi sampah di atas 1.000 ton per hari.
"Tidak mungkin nanti kita akan jadi negara maju kalau sampahnya tidak diselesaikan. Yang darurat tadi harus kita selesaikan. Dari musuh menjadi bermanfaat," ujar Zulkifli Hasan saat penandatanganan kesepakatan di Jakarta, Senin (11/5).
Pemerintah membagi target pengerjaan dalam dua tahap besar. Tahap administrasi dipatok selesai dalam enam bulan ke depan, disusul pembangunan fisik selama dua tahun. Jika berjalan sesuai rencana, sebagian proyek mulai beroperasi pada 2027 dan seluruh lokasi prioritas rampung pada Mei 2028.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menyebut tiap unit PSEL diperkirakan menelan biaya sekitar US$150 juta atau hampir Rp2,7 triliun. Mengingat besarnya modal yang dibutuhkan, Danantara membuka ruang bagi investor global dan mitra teknologi untuk bergabung. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 100 calon mitra telah mendaftar.
Fasilitas PSEL ini diproyeksikan mampu menghasilkan daya listrik sebesar 10 MW hingga 25 MW, tergantung jenis dan kadar air sampah yang diolah. Listrik yang dihasilkan nantinya akan dibeli oleh PLN sesuai Perpres 109/2025 dengan tarif acuan sekitar US$0,20 per kWh, yang menjadi kunci keekonomian megaproyek hijau ini.
