Ikhtiar Spiritual di Tengah Kemarau Ekstrem, Warga Desa Kwalabesar Mohon Berkah Hujan
![]() |
| Ikhtiar spiritual warga Desa Kwalabesar, Paleleh, menggelar sholat Istisqa berjamaah di halaman Masjid Al-Hasanah (7/9/2026) untuk memohon berkah hujan bagi lahan pertanian mereka. |
BUOL, Soalnya.id - Pemerintah Desa Kwalabesar bersama lembaga desa, majelis taklim, dan warga masyarakat menggelar ibadah sholat Istisqa berjamaah pada Senin (7/9/2026) pukul 06.00 WITA. Kegiatan ikhtiar untuk memohon hujan ini dipusatkan di halaman Masjid Al-Hasanah, Desa Kwalabesar, Kecamatan Paleleh, Kabupaten Buol.
Doa bersama ini dilaksanakan sebagai respons atas ancaman musim kemarau panjang yang dipicu oleh fenomena El Nino di Sulawesi Tengah sejak Mei silam. Kondisi cuaca ekstrem tersebut berdampak pada menurunnya pasokan air dan mengancam produktivitas sektor agraria.
Sebagai desa terbesar di Kecamatan Paleleh, Kwalabesar memiliki karakteristik wilayah yang berfokus pada sektor pertanian dan kebun. Berbeda dari sejumlah desa tetangga yang didominasi oleh aktivitas pertambangan emas, mayoritas warga Desa Kwalabesar menggantungkan mata pencaharian pada hasil bercocok tanam hingga hasil laut.
Pelaksanaan sholat Istisqa berlangsung khidmat dengan menghadirkan Ahmad Batangale sebagai imam. Sementara khutbah disampaikan oleh Sukarto D. Lamami yang menekankan pentingnya introspeksi diri serta memohon ridho dari Allah SWT agar keberkahan dan hujan segera diturunkan.
Kepala Desa Kwalabesar, Iswadi H. Suleman, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan dan ikhtiar bersama seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi kemarau panjang akibat dampak fenomena El Nino.
"Melalui sholat Istisqa ini, kami bersama seluruh pemerintah desa, lembaga, dan warga masyarakat berikhtiar dan berdoa bersama memohon kebaikan serta keberkahan hujan dari Allah SWT demi kelancaran aktivitas pertanian dan kesejahteraan warga Kwalabesar," ujar Kepala Desa Kwalabesar, Iswadi H. Suleman.
Rangkaian kegiatan ibadah berjamaah yang diikuti jajaran pemerintah desa, tokoh agama, hingga masyarakat umum ini berakhir dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Masyarakat berharap ikhtiar spiritual ini membawa keberkahan serta memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian warga. **RY
