> Pusaran PETI Lakea 2: Adi Sebut Talang Emas Peninggalan Orang Lapangan Vera - Soalnya.id
Iklan Soalnya.id
IKLAN (SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA)
BREAKING NEWS

Pusaran PETI Lakea 2: Adi Sebut Talang Emas Peninggalan Orang Lapangan Vera

GALIAN DAN FASILITAS TAMBANG: Penampakan ekskavator LiuGong di lokasi galian masif dengan instalasi talang emas di Desa Lakea 2, Buol. Penanggung jawab alat, Adi Batalipu, mengaku pihaknya hanya melakukan pembersihan kebun, talang besar di lokasi tersebut merupakan peninggalan kelompok sebelumnya. (Foto Kolase: Ist./Grup Daring Kanal Aspirasi Warga Buol/22 Oktober 2026)

BUOL, Soalnya.id - Pengungkapan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Lakea 2, Kecamatan Lakea, Kabupaten Buol, mulai menyeret keterlibatan jaringan pelaku tambang ilegal lainnya.

Penanggung jawab alat berat di lokasi, Adi Batalipu, berdalih instalasi talang penyaring emas berukuran besar serta besi penyaring (screen) yang terekam di area galiannya bukanlah fasilitas yang ia buat sendiri.

Saat dikonfirmasi kembali pada Jumat (23/10/2026), Adi mengklaim fasilitas penambangan skala besar tersebut merupakan peninggalan kelompok penambang yang lebih dulu beroperasi di titik galian yang sama.

"Itu isi berita, soal talang itu... kan kau tanya ba-bikin (membuat) talang? Saya bilang talang asal-asalan, torang (kami) ba-bikin talang, talang kecil, bukan itu. Itu talang yang sudah ada memang di situ saya dapat," ujar Adi melalui sambungan telepon.

Meskipun dalam dokumentasi foto terlihat galian tanah masif dan fasilitas penambangan siap pakai, Adi berdalih dirinya hanya memanfaatkan talang yang ditinggalkan pengelola terdahulu.

"Talang besar, itu talangnya orang di situ yang ada yang main sebelum saya," tambahnya.

Sebut Nama Bombom dan Jaringan Penambang

Ketika didesak mengenai kepemilikan instalasi tersebut, Adi menuding seorang pengelola lapangan bernama Bombom sebagai pihak yang memboyong peralatan tambang tersebut ke Lakea 2.

"Bombom kah sapa itu ee. Itu yang dari Bukaan dorang (mereka) bawa ke situ itu talang itu. Talangnya dorang dari Bukaan dorang bawa ke situ," ungkap Adi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi Soalnya.id, Bombom dikenal sebagai sosok penanggung jawab lapangan dari Vera, pengusaha wanita asal Toli-Toli yang ditengarai beraktivitas dalam jaringan PETI lintas daerah di Kabupaten Buol.

Aktivitas penambangan yang dikaitkan dengan jaringan Vera disinyalir merambah sejumlah wilayah strategis, mulai dari kawasan hutan di Camp Kilo 16 Desa Busak II, pergerakan alat berat di Desa Bukaan, hingga masuk ke Desa Lakea 2.

Adi mengaku tidak mengubah struktur peralatan tambang yang ditinggalkan di lokasi tersebut. "Maksudnya, so (sudah) begitu modelnya itu. Itu besi screen apa, so tidak ada yang berubah, so begitu yang dorang kase (kasih) tinggal," selorohnya.

Keberadaan Alat Berat dan Upaya Konfirmasi

Mengenai penarikan alat berat dari lokasi galian, Adi mengklaim ekskavator miliknya telah bergeser sejak Kamis (22/10/2026) malam. Pernyataan ini berbeda dengan temuan warga yang menyebut alat berat baru dievakuasi keluar dari area pemukiman Lakea 2 pada keesokan harinya.

Melalui pesan tertulis pada Senin (26/10/2026), Adi berdalih keberadaan alat berat di lokasi murni untuk pembersihan kebun sawit.

"Alat lambat dimuat karena masih tunggu tronton ba-muat (memuat)," terang Adi.

"Saya yang cuman pigi pembersihan kebun diberitakan terus, sedangkan alat so tidak ada di lokasi, kira-kira bagaimana itu saudara?" lanjutnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi telah dilakukan redaksi Soalnya.id kepada Vera melalui pesan singkat dan sambungan telepon sejak Minggu (25/10/2026), namun hingga berita ini diturunkan belum mendapatkan respons. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak yang disebutkan demi keberimbangan informasi. **RY

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar
Konten Dilindungi Hak Cipta!