Iklan Lempar.id
IKLAN (SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA)
BREAKING NEWS

Penyalahgunaan BBM Subsidi Terendus di Buol: Solar Nelayan-Petani Diduga Mengalir ke Proyek Daerah Hingga BPJN

Muatan truk berisi drum solar yang sedang di bongkar muat di lokasi Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Wahana Cipta Lestari. (Soalnya.id) 

BUOL, Soalnya.id - Dugaan praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar ditemukan di lokasi mesin produksi pengolahan aspal milik grup perusahaan besar penunjang sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Praktik ini terungkap dari hasil penelusuran wartawan Soalnya.id di lokasi Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Wahana Cipta Lestari pada Sabtu (3/7). Ditemukan satu unit truk kayu merek Hino berwarna hijau dengan nomor polisi DN 8722 BU tengah membongkar muatan berupa 29 drum kapasitas 200 liter merek Pertamina yang diakui berisi solar.

Para pekerja di lokasi yang baru selesai membongkar muatan truk berterpal biru tersebut mengaku bahwa puluhan drum solar itu diangkut dari Kabupaten Tolitoli. Tepatnya, berasal dari sebuah gudang di lingkungan Panta Kapal, Malosong, Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan.

Sementara itu, kru truk lainnya menuturkan bahwa BBM tersebut diperoleh secara eceran dari hasil mengantre di SPBU 74.945.10 yang terletak di Jalan Usman Binol, Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan.

“Kami bawa dari Panta Kapal ini (gudang milik Suardin Amsal di lingkungan Malosong, Kelurahan Baru). Biasanya mobilnya Bos ikut mengantre di SPBU, lalu disalin (dipindahkan ke drum),” sambung salah satu kru truk berterpal biru tersebut dengan nada polos saat ditemui di lapangan.

Setelah dibongkar dari truk, solar di dalam drum tersebut akan dituang ke tangki penampungan di lokasi industri Stone Crusher (mesin pemecah batu) dan AMP di Kecamatan Momunu, Kabupaten Buol.

Puluhan drum yang di duga merupakan solar subsidi hasil lansiran dari SPBU Tolitoli oleh pengusaha saat tiba di di Kabupaten Buol. 

Berdasarkan hasil investigasi, BBM bersubsidi tersebut tidak hanya digunakan untuk menggerakkan mesin produksi Stone Crusher dan AMP. Solar tersebut diduga kuat juga mengalir ke tangki alat berat serta armada perusahaan yang saling terafiliasi di bawah bendera pengusaha yang sama, yang saat ini tengah menggarap rentetan proyek raksasa senilai lebih Rp100 miliar di Kabupaten Buol.

Proyek pemerintah yang dikerjakan kelompok ini di antaranya, proyek jalan APBD Provinsi senilai Rp72,24 miliar (PT Wahana Cipta Lestari), proyek jalan Lokodidi APBD Buol senilai Rp2,65 miliar (CV Cemerlang Abadi Kontruksi), proyek jalan APBD Buol senilai Rp7,80 miliar (PT Utama Makmur) dan preservasi jalan nasional BPJN senilai Rp16,84 miliar (PT Surya Lima Perkasa).

Dugaan penyelundupan solar subsidi untuk operasional proyek ini berpotensi melanggar hukum pidana serta memicu kerugian bagi masyarakat yang berhak. Sayangnya, pihak pelaksana di lapangan enggan transparan.

Manajer Operasional dan Logistik PT Wahana Cipta Lestari, Bambang Dwi Warsito, mengklaim dirinya buta terkait pasokan BBM tersebut. "Kalau soal BBM saya tidak tahu, itu urusan bos. Yang tahu itu Hoga Tolitoli, keluarganya Bos (Suardin Amsal alias Bolong), bukan saya," dalihnya saat ditemui terpisah Senin (5/7).

Soalnya.id masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Depo Pertamina Patra Niaga Tolitoli, serta aparat penegak hukum untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran terhadap ketentuan penyaluran BBM bersubsidi.

Upaya konfirmasi lanjutan juga terus dilakukan kepada nama yang disebut untuk menelusuri legalitas distribusi solar tersebut. Redaksi tetap terbuka untuk keterangan resmi dari pihak manajemen demi keberimbangan pemberitaan.***
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar