Iklan Soalnya.id
IKLAN (SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA)
BREAKING NEWS

Program Unggulan Prabowo Kembali Telan Korban: 15 Siswa di Buol Sulteng Diduga Keracunan MBG

Mobil SPPG di depan SDN 1 Bokat (Foto: fb/Ist.)

BUOL, Soalnya.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program jagoan Presiden Prabowo Subianto kembali memicu alarm bahaya di daerah. Kali ini, insiden berulang menghantam Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol, di mana sebanyak 15 siswa Sekolah Dasar (SD) terpaksa dilarikan ke fasilitas kesehatan usai menyantap hidangan yang disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Doulan, Rabu (29/7).

Niat hati memberi gizi gratis, apa daya perut mual yang didapat. Gejala berupa mual, muntah, pusing, hingga sakit perut melanda belasan bocah tersebut hanya dalam rentang waktu beberapa jam setelah makanan dibagikan di sekolah.

Berdasarkan data medis Puskesmas Bokat hingga pukul 12.47 WITA, sebanyak delapan siswa terpaksa menjalani perawatan dan observasi intensif, sementara tujuh siswa lainnya diizinkan pulang setelah mendapat pertolongan darurat.

Insiden melanda dua sekolah dasar penerima jatah MBG dari SPPG Desa Doulan:

  • SDN 1 Bokat (Desa Tang): Dari 80 siswa penerima MBG, 11 siswa menjadi korban (2 laki-laki, 9 perempuan dari kelas II–VI).
  • SDN 2 Bokat (Desa Bokat):Dari 164 siswa, 4 siswa dilarikan ke Puskesmas (1 laki-laki, 3 perempuan dari kelas III).

Instruksi Bungkam atau Prosedur Redaksional?

Ketika dikonfirmasi, Camat Bokat Moh. Iksan Mangge membenarkan insiden tersebut. Namun, pihak kecamatan terkesan enggan membeberkan rincian kronologi maupun teknis penanganan awal, memimpin narasi bahwa seluruh data kini "terkunci" satu pintu atas arahan pimpinan daerah.

"Iya, tadi di beberapa sekolah. Untuk lengkapnya nanti pihak terkait yang akan menyampaikan datanya. Karena itu perintah Pak Wakil Bupati," terang Iksan saat dihubungi via telepon, Rabu (29/7/2026).

Kejadian ini melengkapi catatan kelam implementasi MBG di Buol yang disinyalir bukan kali pertama terjadi. Bagi masyarakat setempat, rentetan insiden ini memperlihatkan adanya celah menganga pada standar operasional (SOP) pengolahan, higienitas, hingga distribusi makanan yang disiapkan SPPG.

"Ini program untuk anak-anak, program Presiden. Jangan sampai tujuan mulia meningkatkan gizi justru membahayakan nyawa anak-anak kita di daerah," tegas seorang warga Bokat yang enggan disebutkan namanya. "Harus ada evaluasi menyeluruh. Jika ada kebiasaan lalai dalam vendor atau pengelola SPPG, harus ditindak tegas secara hukum."

Hingga berita ini diturunkan, sampel makanan masih dalam proses pemeriksaan laboratorium oleh Dinas Kesehatan dan kepolisian Polres Buol. Publik kini menunggu respons tegas: apakah pimpinan daerah dan pengelola program MBG hanya akan menganggap ini insiden angin lalu, atau berani menjatuhkan sanksi nyata demi keselamatan anak sekolah? 

Secara keseluruhan, data sementara di Puskesmas Bokat terpantau sebanyak 15 siswa menjadi korban dalam insiden ini. Kasus terbanyak berasal dari SDN 1 Bokat di Desa Tang dengan 11 siswa terdampak, disusul SDN 2 Bokat di Desa Bokat sebanyak 4 siswa. Dari total korban tersebut, 8 siswa masih harus menjalani perawatan dan observasi medis intensif di puskemas, sementara 7 siswa lainnya telah diperbolehkan pulang usai kondisinya membaik. **RY

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar
Konten Dilindungi Hak Cipta!