Iklan Soalnya.id
IKLAN (SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA)
BREAKING NEWS

Jasa Calo Barcode di SPBU Buol Meroket Hingga Rp150 Ribu per Jerigen

Suasana antrian BBM bersubsidi di SPBU 74.945.09 Kelurahan Kampung Bugis pada Senin 14 September 2026. (Foto: Soalnya.id) 

BUOL, Soalnya.id – Tarif jasa calo barcode dan pengisian BBM bersubsidi di Kabupaten Buol melambung tinggi. Biaya calo yang sebelumnya berkisar Rp20.000 hingga Rp30.000 kini melonjak drastis hingga mencapai Rp150.000 per jerigen.

Pemantauan pada Senin malam (14/9/2026), kondisi ini diperparah oleh keterlambatan masuknya pasokan BBM non-subsidi jenis Pertamax serta antrean armada yang mengular. Di SPBU 74.945.01 Kelurahan Kali, antrean kendaraan terpantau memanjang hingga setidaknya 400 meter di jalur dua Jalan Trans Sulawesi sejak sore hari.

​Lonjakan tarif calo tersebut dikeluhkan oleh pengecer asal Desa Yugut, Kecamatan Bukal, yang membatalkan niatnya membeli Pertalite di SPBU 74.945.09 Kelurahan Kampung Bugis  biaya tambahan dari para calo yang dinilai tak rasional.

​"Kemarin biasa cuma 400 ribu saja, tapi yang ini 150 (ribu) itu di lain lagi. Kita tanya, dorang bilang mau dengan 150," ungkap narasumber pengecer yang disamarkan namanya saat diwawancarai, Senin (14/9/2026).

​Kalkulasinya, jika harga isi Pertalite Rp350.000 untuk jerigen kapasitas 35 liter ditambah biaya calo Rp150.000, modal yang dikeluarkan mencapai Rp500.000 atau setara Rp14.285 per liter. Angka ini mendekati harga Pertamax dan membuat margin jual di tingkat eceran menjadi sangat tipis.

​Kondisi serupa memaksa sejumlah pengendara mobil luar kota membeli BBM subsidi lewat calo dengan harga melambung demi mengejar waktu perjalanan.

​"Saya terpaksa beli 500 ribu ini karena harus ke Paleleh, antrean tadi dari SPBU di Kali ada 80 mobil, ada 400 meter, di sini juga panjang, Pertamax belum ada," ujar salah seorang pengemudi mobil di lokasi.

​Menanggapi kelangkaan dan antrean panjang tersebut, pengelola SPBU Kampung Bugis, Cipto, mengonfirmasi bahwa keterbatasan stok Pertalite terjadi akibat pemotongan kuota dari pusat, sementara pasokan Pertamax mengalami keterlambatan pengiriman. 

Pihak SPBU Kampung Bugis juga memastikan aktivitas calo, penimbunan hingga pengetapan BBM bersubsidi diluar kendali mereka. "Itu beredar katanya saya punya berapa jerigen tidak benar," terang Cipto saat dikonfirmasi, Senin (14/9/2026) malam

​"Ini memang ada pengurangan kuota, dan bukan hanya di Buol, di Sulawesi banyak. Pertamax memang agak lambat masukn ini, sebentar," Pungkasnya. **RY

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar
Konten Dilindungi Hak Cipta!