Iklan Soalnya.id
IKLAN (SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA)
BREAKING NEWS

Dampak Jembatan Proyek Rp7,8 M Dikeluhkan Warga Lokodidi, Bupati Buol Turun Tangan

Kolase foto, tangkapan layar video arus air pasang masuk ke permukiman warga (kiri), Bupati Buol saat meninjau pemukiman diduga terdampak proyek pembangunan jembatan. (Foto: Ist.)  

BUOL, Soalnya.id -  Deretan rumah panggung milik warga pesisir Desa Lokodidi, Kecamatan Gadung, Kabupaten Buol, kini berada dalam ancaman. Tekanan arus pasang air laut yang kian deras setiap hari membuat tiang fondasi rumah warga bergoyang dan terancam roboh.

Kondisi ini dipicu oleh pembangunan jembatan dalam proyek Peningkatan/Rekonstruksi Jalan Dalam Desa Lokodidi bernilai Rp7,8 miliar dari DAK TA 2026. Ukuran bentang alur air jembatan yang hanya berkisar 3 meter menciptakan efek penyempitan (bottleneck), sehingga debit air pasang melaju kencang ke arah permukiman yang kini seakan di bendung oleh jalan tersebut.

Tokoh masyarakat setempat, Amrin Sakula, menyuarakan keresahan warga terkait dampak harian yang mereka rasakan. Warga khawatir kondisi akan makin memburuk saat puncak pasang air laut tahunan tiba menjelang akhir tahun.

"Mogoyang bolre (bergoyang rumah). Derasnya arus masuk di areal permukiman masyarakat akibat dari jembatan yang dibuat hanya selebar 3 meter... akibatnya tekanan air setiap pasang setiap hari, derasnya air masuk dalam areal pemukiman masyarakat, jelas rumah-rumah akan terancam," ungkap Amrin, melalui sebuah kiriman video, Jumat (31/7).

Amrin menceritakan, warga sebenarnya telah mengusulkan agar lebar bentang jembatan dibuat 4 hingga 5 meter saat awal perancangan. Namun, aspirasi masyarakat lokal tersebut belum terakomodasi hingga fisik jembatan mulai dibangun.

Bupati Buol Turun Tangan, Kaji Opsi Penanganan Teknis

Menanggapi jeritan warga di lokasi ini, Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo bersama jajaran terkait turun langsung meninjau lokasi permukiman terdampak pada Senin (3/8).

Di lokasi, Bupati membenarkan adanya penyempitan alur keluar-masuk air di sekitar dermaga dan jembatan yang memperkuat arus hingga berpotensi mengikis tanah penyangga tiang rumah warga.

"Dalam 2–3 hari ke depan akan dilakukan peninjauan dan pengukuran langsung di lapangan untuk melihat dampak arus terhadap rumah warga," kata Bupati Buol saat meninjau lokasi didampingi oleh unsur teknis.

Pemkab Buol melalui dinas terkait kini, mengkaji sejumlah opsi penanganan teknis darurat, seperti pembangunan pemecah gelombang (breakwater), pintu air, hingga rekayasa alur air agar tekanan pasang tidak langsung menghantam permukiman warga.

Langkah cepat Bupati Buol menenangkan warga. Meski demikian, timbul pertanyaan terkait efisiensi anggaran, mengingat Pemkab kini harus menyiapkan opsi solusi tambahan akibat dampak penyempitan alur air dari proyek bernilai miliaran rupiah tersebut. **RY

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar
Konten Dilindungi Hak Cipta!