Truk Rutin Isi Solar Subsidi Hingga ke Jerigen, Armada Perusahaan Agen LPG di Buol Disoal Warga
BUOL, Soalnya.id – Armada truk pengangkut LPG bersubsidi milik PT Kaili Jaya Buol terpantau mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi dengan cara memotong jalur dan melawan arus antrean di SPBU 74.94509 Kelurahan Kampung Bugis, Kabupaten Buol, Selasa (25/8/2026).
Pantauan di lokasi pada Selasa (25/8/2026) pukul 13.27 WITA menunjukkan truk merah bernomor polisi DN 8650 FA milik PT Kaili Jaya Buol masuk ke area pompa pengisian melalui arah keluar. Armada tersebut langsung maju menuju nozzle Solar tanpa mengikuti arah antrean normal dari sisi berlawanan.
Selain mengisi tangki utama kendaraan, petugas operator SPBU juga terlihat mengisikan Solar subsidi ke dalam jerigen berkapasitas sekitar 25 hingga 30 liter yang diangkut kembali di atas truk tersebut.
Petugas operator di lokasi menyebutkan bahwa Solar dalam jerigen tambahan tersebut disiapkan sebagai cadangan bahan bakar armada untuk kebutuhan perjalanan operasional. "Ini stoknya truk," ujar operator nozle singkat sambil tersenyum.
Aktivitas memotong antrean dari pintu keluar ini diduga kerap berulang. Berdasarkan laporan masyarakat sekitar, perlakuan khusus tersebut juga menyasar armada dari agen penyalur LPG lain di Buol, yakni PT Buol Jaya Lestari Gas.
Secara kepemilikan usaha, SPBU Kampung Bugis dikaitkan dengan pengusaha lokal Tony Liemijanto alias Bolong Pertamina. Sementara itu, agen LPG PT Kaili Jaya Buol tercatat atas nama Melly Tamin yang merupakan istri Tony, serta PT Buol Jaya Lestari Gas dikelola oleh Hary Liemijanto.
Kondisi ini memicu kritik dari masyarakat yang harus mengantre untuk mendapatkan alokasi BBM subsidi harian di SPBU tersebut. "Ini untuk perusahaan kenapa pakai subsidi," ungkap Dedi salah satu warga sekitar (24/08/2026).
Pengelola SPBU Tegaskan Pengisian Berdasar Barcode
Menanggapi sorotan masyarakat, pengelola SPBU 74.94509 Kampung Bugis yang juga disebut menjabat sebagai Manager pada kedua agen LPG itu, Bambang Dwi Warsito, menegaskan bahwa seluruh armada yang melayani pengisian BBM Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) di fasilitasnya telah memenuhi syarat administrasi resmi dari Pertamina.
"Saya dapat arahan sepintas dari Pak Eldist, detailnya ke beliau. Mobil manapun kalau tidak ada barcode tidak keluar BBM. LPG ada barcode MyPertamina," ujar Bambang saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Rabu (26/8/2026).
Bambang menambahkan, jenis kendaraan enam roda diperbolehkan mengakses Solar subsidi selama tidak diperuntukkan bagi angkutan hasil tambang atau perkebunan skala besar.
"Untuk pengisian BBM JBT mobil harus ada barcode. Jenis kendaraan yang bisa mengisi BBM tersebut penting enam roda. Bukan muat hasil tambang, perkebunan besar ini nggak bisa. Pengisian galon menggunakan rekomendasi ber-barcode yang dikeluarkan dinas terkait melalui verifikasi," tuturnya.
Ia juga mengonfirmasi struktur kepemilikan dua agen LPG bersubsidi di Buol tersebut. "PT Buol Jaya Lestari Gas pemilik Hary Liemijanto, PT Kaili Jaya Buol pemilik Melly Tamin istri Tony Liemijanto," kata Bambang.
Menurutnya Tony Liemijanto atau Bolong Pertamina tidak mencampuri urusan bisnis LPG istrinya "Ya, dia cuma berkebun nggak pernah tau urusan lain," tutup Bambang.
Tim redaksi sempat mendatangi kantor SPBU Kampung Bugis pada Rabu Sore itu untuk menemui sosok bernama Eldist yang dirujuk oleh Bambang, namun yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat. Upaya konfirmasi lanjutan kepada pihak-pihak terkait akan terus dilakukan.
Merujuk Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 serta regulasi BPH Migas, kendaraan angkutan logistik energi seperti truk agen LPG memang diperbolehkan mengakses Solar bersubsidi menggunakan barcode resmi. Namun, pengisian wajib dilakukan langsung ke tangki standar kendaraan. Pengisian menggunakan jerigen tambahan untuk truk serta penyimpangan SOP antrean tetap dibatasi ketat oleh aturan penyaluran BBM bersubsidi. **RY
